MIMPI SEORANG GADIS

Untuk Renungan Bersama.

Cerita ini dipetik dari program Motivasi Pagi -TV 3 (6.30 pagi) oleh Ustazah Noorbayah Mahmood ( Malaysia )

Seorang gadis datang menemui Rasulullah dengan tangan kanannya dimasukan kedalam kantung bajunya. Dari raut wajahnya, anak gadis ini sedang menanggung kesakitan yang amat sangat. Lalu Rasulullah menegurnya.

‘Wahai anakku, kenapa wajahmu menampakkan kamu sedang kesakitan dan apa yang kamu tutupi di tanganmu?’

Lalu gadis malang ini pun menceritakan hal yang berlaku padanya :-‘Ya,Rasulullah, sesungguhnya aku adalah anak yatim piatu. Malam tadi aku telah bermimpi dan mimpiku itu telah membuat aku menanggung kesakitan ini.’

Balas gadis tadi.

‘Jika tidak keberatan, ceritakanlah mimpimu itu wahai anakku.’ Rasulullah mulai tertarik dengan penjelasan gadis tersebut.’Aku bermimpi berjumpa ibuku di dalam neraka.

Keadaannya amat menyedihkan. Ibuku meminta diberikan air kerana dia amat dahaga kerana kepanasan api neraka itu hingga peluh tidak sempat keluar kerana kekeringan sekelip mata.’ Gadis itu berhenti seketika menahan

tangisnya.

‘Kemudian kulihat ditangan kirinya ada segumpal keju dan ditangan kanannya ada sehelai kain kecil. Beliau mengibas-ngibaskan kedua-dua benda tersebut untuk menghalang api dari membakar tubuhnya. Lantas aku bertanya ibuku, kenapa dia menerima balasan sebegitu rupa sedangkan ketika hidupnya ibuku adalah seorang hamba yang patuh dengan ajaran islam dan isteri yang taat kepada suaminya?

Lalu ibuku memberitahu bahawa ketika hidupnya dia amat bakhil. Hanya dua benda itu saja yaitu segumpal keju dan sehelai kain kecil yang pernah disedekahkan kepada kaum fakir miskin. Yang lainnya hanya untuk berfoya dan menunjukkan kelebihan hartanya saja kepada orang lain.

Lalu aku terus mencari ayahku. Rupanya beliau berada di syurga dan sedang menjamu penghuni syurga dengan makanan yang lezat dan minuman dari telaga .

Ayahku memang amat terkenal kerana sikapnya yang dermawan dan suka beramal. Lalu aku bertanya kepada ayahku. ‘Wahai ayah, ibu sedang kehausan dan menaggung azab di neraka. Tidakkah ayah ingin membantu ibu sedangkan di dunia kulihat ibu amat mentaatimu dan menuruti perintah agama.

Lalu dijawab oleh ayahnya. Sesungguhnya beliau dan semua penghuni syurga telah dilarang oleh Allah dari memberi walau setitik air kepada isterinya kerana itu adalah pembalasan untuk kebakhilan yang dilakukan ketika didunia.

Oleh kerana kasihan melihat azab yang diterima oleh ibuku, aku lantas mengambil sedikit air dengan telapak tangan kananku lalu kubawa ke neraka.

Belum sempat air tersebut mencapai bibir ibuku, api neraka telah menyambar tanganku hingga melepuh.

Seketika itu juga aku tersedar dan mendapati tapak tanganku melepuh seperti ini.

Itulah sebabnya aku datang menjumpai engkau ya Rasulullah.’ Panjang lebar gadis itu bercerita sambil airmatanya tidak henti-hentinya mengalir dipipi.

Rasulullah kemudian meletakkan tongkatnya ke telapak tangan gadis tersebut lalu menadah tangan, berdoa memohon petunjuk dari Allah.  Jika sekiranya mimpi gadis tersebut adalah benar maka sembuhkanlah agar menjadi iktibar untuk beliau dan semua umat islam.

Lalu berkat kebesaranNya tangan gadis tersebut sembuh. Rasulullah lantas berkata, ‘Wahai anakku,

pulanglah.

Banyakkan bersedekah dan berzikir dan pahalanya kau berikan kepada ibumu. Mudah-mudahan segala dosanya terampun. INSYALLAH’

‘SEBARKANLAH KPD SELURUH UMAT MUHAMMAD AGAR

DAPAT DIJADIKAN PEDOMAN UNTUK TIDAK BERSIKAP

BAKHIL TERHADAP SESAMA’

2 thoughts on “MIMPI SEORANG GADIS

  1. >>Banyakkan bersedekah dan berzikir dan pahalanya kau >>berikan kepada ibumu. Mudah-mudahan segala dosanya >>terampun. INSYALLAH’

    Maksudnya bagaimana itu?
    Saya masih ragu dan bimbang

    Bukankah NIAT yang demikian bertentangan dengan keterangan AL-QUR`AN, hal demikian mendekati “PAHALA WARIS”

    1. Surat Al Baqarah, ayat 286: “Kepada dirinya apa yang ia kerjakan, dan atas dirinya apa yang dia lakukan.” Maksudnya, baik dan buruknya suatu perbuatan, harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya, tidak boleh dibebankan atas orang lain.

    2. Surat Al Baqarah, ayat 123: “Dan Hendaknya kamu takut pada suatu hari (kiamat) tidak berkuasa seorang membebaskan sesuatu atas orang lain.” Maksudnya, kelak dihari kiamat, seseorang tidak berkuasa menebus dosanya orang lain, dan pahala tidak diperbolehkan atas orang lain. Masing-masing harus menanggung sendiri perbuatannya baik maupun jahat.

    3. Surat Al Ankabut, ayat 6: “Siapa yang giat berusaha maka usahanya itu untuk dirinya sendiri.”

    4. Surat Yaasiin, ayat 54: “Maka pada hari kiamat, tidak seorangpun akan teraniaya, dan kamu tidak akan dibalas, melainkan apa yang kamu sendiri telah kerjakan.”

    5. Surat Al Isra’, ayat 15: “Dan seseorang tidak berkuasa memikul dosanya orang lain.”

    6. Surat An Najm, ayat 38 dan 39: “Bahwa seseorang tidak berkuasa menanggung dosanya orang lain dan sesungguhnya seorangpun tidak akan menerima pahala melainkan daripada perbuatannya sendiri.”

    7. Surat Luqman, ayat 33: “Hai Manusia hendaklah kamu takut kepada suatu hari (kiamat) seorang bapak tidak berkuasa membebaskan anaknya (dari perbuatan anaknya), seorang anak tak akan berkuasa membebaskan perbuatan bapaknya.”

    Jadi menurut ISLAM bagaimana ?
    jazakumullah Khair…

    Like

    • Nuhajat,

      Sesungguhnya jasa orang tua tidak terhitung banyaknya. Ibu yang mengandung selama 9 bulan kemudian melahirkan kita dengan resiko nyawa melayang. Ketika kita masih bayi tak berdaya, mereka beri kita minum dan makanan. Ketika kita buang air, tanpa jijik mereka membersihkan kita dengan penuh cinta. Kita diberi pakaian dan juga pendidikan.

      Mereka sabar menghadapi kemarahan kita, rengekan, kenakalan, bahkan mungkin ketika kita masih kecil/balita pernah memukul mereka. Mereka tetap mencintai kita. Jadi jika kita merasa kesal dengan mereka, apalagi jika mereka begitu tua sehingga kelakuannya kembali seperti anak-anak, ingatlah kesabaran mereka dulu ketika menghadapi kita. Bagi yang sudah memiliki anak tentu paham tentang kerewelan anak-anak yang butuh kesabaran yang sangat dari orang tua.

      Adakah kita mampu membalasnya? Bahkan seandainya orang tua kita tak berdaya sehingga untuk buang air kita yang membersihkannya, itu tidak akan sama. Orang tua membersihkan kita dengan penuh cinta dan harapan agar kita selamat dan panjang umur. Sementara si anak ketika melakukan hal yang sama mungkin akan merengut dan bertanya kapan “ujian” itu akan berakhir.

      Begitulah. Seperti kata pepatah, “Kasih anak sepanjang badan, kasih ibu sepanjang jalan” Tidak bisa dibandingkan.
      Oleh karena itu hendaknya kita berbakti pada orang tua kita. Minimal kita mendoakan mereka:
      Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak yang mendoakannya. (HR. Muslim)

      Jika kita tidak berdoa untuk orang tua kita, maka putuslah rezeki kita:
      Apabila seorang meninggalkan do’a bagi kedua orang tuanya maka akan terputus rezekinya. (HR. Ad-Dailami)

      Oleh karena itu sebagai anak yang berbakti hendaknya kita senantiasa berdoa untuk ibu bapak kita. Di antara doa-doa untuk orang tua yang tercantum dalam Al Qur’an adalah sebagai berikut
      “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah :
      Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo……
      “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24)

      Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab…..
      “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:41]

      Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro…..
      “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]

      Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo…
      “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

      Sesungguhnya kita tahu bahawa Islam itu ada tuntunannya… dan tuntunan itu tidak lain adalah Al-Quran dan Hadits… Sesungguhnya juga anda sudah tahu jawaban bagi persoalan anda… cuma mahu saya berkongsi, pernyataan diatas ini adalah bersedekah dan berzikir serta pahala…. maka ini sesuai ayat-ayat suci Al-Quran yang anda sertakan… Mungkin apa yang mau disampai seseorang kepada anda bukanlah bermaksud akan 3 perkara tersebut melainkan Doa buat kedua orang tua anda

      Mudah-mudahan kita bisa mengambil manfaat dari ilmu yang kita dapat dengan mengamalkannya setiap hari. Amiin.

      Like

Jom Komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s