MENOPAUSE??!!… Siapa Bilang….

monopouse

SIAPA bilang perempuan tidak bisa menikmati hubungan seksual setelah menopause? Pada masa itu, level estrogen memang menurun dan gairah serta kepuasan seksual sering berubah. Akan tetapi, semua itu sebetulnya masih bisa diatasi.

Beberapa perempuan menganggap menopause adalah akhir dari kehidupan seksual mereka. Sekitar 20% – 45% perempuan mengeluh soal kualitas hubungan seksual setelah menopause. Selama menopause, gairah seksual memang dapat turun drastis sampai ke level terbawah.

Symptoms
Beberapa gejala yang menyertai menopause dan berefek pada penurunan gairah seksual adalah:

1. Kekeringan pada vagina
Dinding vagina menipis dan pelumas alami mulai berkurang, sehingga terasa sakit saat menerima penetrasi.

2. Kelelahan
Bercinta merupakan hal terakhir yang ingin dilakukan seseorang saat dirinya sedang sangat lelah.

3. Perubahan mood dan depresi
Apabila terjadi secara konstan, maka akan sulit bagi seseorang untuk benar-benar menikmati seks. Selain itu, perasaan bersalah, tidak bahagia, dan frustrasi juga sangat berpotensi menurunkan libido hingga ke level terbawah.

4. Self-image
Perubahan yang terjadi pada tubuh selama menopause sering membuat perempuan merasa tidak nyaman dengan dirinya, sehingga ia menjadi malas berbagi keintiman fisik dengan pasangan.

Possible treatments
Apabila penurunan libido mengganggu hubungan Anda dengan pasangan, ada beberapa pilihan pengobatan yang dapat dijalani untuk mengatasi masalah ini, tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter:

1. Lubricants: Penggunaan pelumas selama berhubungan seksual akan membuat Anda terhindar dari rasa sakit, sehingga dapat lebih menikmati seks. Meskipun demikian, penggunaan pelumas hanya dapat mengatasi masalah secara sementara.

2. Hormone creams: Aplikasikan hormon berbentuk krim yang mengandung estrogen ke dalam vagina untuk meningkatkan peredaran darah di daerah tersebut. Hal ini dapat membantu meningkatkan sensitifitas, sehingga mempermudah Anda mencapai orgasme.

3. Hormone replacement theraphy (HRT):
Sampai saat ini, HTR merupakan salah satu cara yang dianggap paling baik untuk mengatasi masalah menopause. Meskipun tidak dapat meningkatkan libido secara kimiawi, HRT dapat membantu mengurangi beberapa gejala lain yang berpotensi menimbulkan komplikasi dalam kehidupan seksual Anda.

4. Testosterone replacement therapy (TRT):
Berdasarkan sebuah penelitian, testosteron terbukti memegang peranan penting dalam hal gairah seksual perempuan. Selembar plester testosteron (testosterone patch) mampu meningkatkan gairah seksual perempuan hingga 75%. Akan tetapi, cara ini masih mengundang perdebatan karena diduga memiliki efek samping seperti meningkatkan risiko kanker, mempercepat pertumbuhan rambut, serta membuat suara menjadi berat.

Selain itu, Anda dianjurkan untuk memperbanyak frekuensi berhubungan intim untuk meningkatkan peredaran darah serta melatih elastisitas vagina.

Jom Komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s