Untuk mereka yang kita CINTAI…

Aku bersenggolan dengan seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat.
“Oh, maafkan saya” itulah reaksi ku.
Ia berkata, “Maafkan saya juga; Saya tidak melihat anda.”
Orang yang tidak ku kenali itu dan juga aku, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.

Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.

Pada hari itu juga, saat aku sedang memasak makan malam, anak perempuan ku berdiri diam-diam di samping ku. Ketika aku berbalik, hampir saja aku membuatnya jatuh. “Ketepi,” kata ku dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Aku tidak menyedari betapa kasarnya kata-kata yang keluar dari mulut ku kepadanya ketika itu. Sampai waktu aku berbaring di tempat tidur, ada bisikan halus kedengaran di cuping telinga…,

private_07b4f20e7b74b91ea27d69d1733aadf91a9d28092bb599ab2a2da4ff7f4dedcal

“Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kamu kenali, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang kamu kasihi, sepertinya kamu perlakukan dengan
sewenang-wenang. Coba kamu lihat ke lantai dapur, kamu akan menemukan beberapa kuntum bunga didekat pintu.” “Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu;
merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat untuk mu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.” Bisikan itu berhenti dan serta merta jantung ku berdebar-debar… Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes. Aku beristigfar berkali-kali

Aku pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, “Bangun, nak, bangun,” kataku. “Apakah bunga-bunga ini adik petik untuk mama?” Ia tersenyum, ” Adik menemukannya jatuh dari pohon.” “Adik mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti mama. Adik tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru.”
Aku berkata, “Sayang, Maafkan mama ye, mama sangat menyesal karena telah berkasar pada adik; mama seharusnya tidak membentak adik seperti tadi.”

Si kecilku berkata, “Oh, mama, tidak apa-apa. Adik tetap sayang, sayang, sayang pada mama.”

Aku pun membalas, “Mama pun sayang sangat kat adik, dan mama benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru.”

Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari?
Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka. Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan?

Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?

Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
FAMILY = (F)ather (A)nd (M)other, (I), (L)ove, (Y)ou.

Teruskan cerita ini kepada orang-orang yang kau pedulikan.

Regards,
Natasia Maiza

One thought on “Untuk mereka yang kita CINTAI…

Jom Komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s