Kisah Cinta Boris dan Anna

Cinta… Semua orang bisa saja melafazkan kata cinta, mengartikan dan memaknainya. Saya mengartikan Cinta itu adalah sebuah kesatuan rasa. Rasa dahaga yang maha sempurna. Teman-teman punya cara tersendiri mengartikan cinta. Tapi ingat..!!! Cinta itu bukanlah  sebuah permainan.

Kisah yang bakal saya lampirkan disini membuktikan bahwa cinta itu bukan sebuah permainan atau sebuah rasa yang di buat sebagai lelucon. Cinta adalah satu diantara seribu hal yang berharga dan akan terpelihara selama-lamanya bahkan ada diantara manusia yang berada diluar sana yang memaknai dan mengabadikan cinta mereka hingga maut memisahkan.

Masa sulit di Uni Soviet atau dikenali kini dengan nama Rusia pada zaman paska Perang Dunia II, 1946. Kekuasaan komunis di bawah Stalin membutuhkan tenaga-tenaga muda dalam kekuatan militer baru. Duta untuk keperluan itu diutus ke penjuru Soviet, hingga ke desa-desa yang jauh. Mereka melakukan orasi mencari pria-pria muda untuk di tempatkan sebagai militer bantuan demi mendukung pasukan militer baru yang mereka tubuhkan.

Boris dan Anna adalah pasangan yang saling jatuh cinta pada masa Perang Dunia II. Mereka  baru saja meresmikan ikatan pernikahan mereka tiga hari lalu. Kondisi perekonomian keluarga saat itu memang susah, sehingga tidak ada pesta besar-besaran. Toh, itu semua tidak lagi penting bagi pasangan ini, yang paling penting saat itu adalah menikmati indahnya sebuah cinta dan kebahagiaan menjadi pengantin serta tinggal bersama di rumah mereka yang serba kekurangan.

Tiga hari setelah pernikahan Boris mendengarkan pidato sang orator komunis muda di alun-alun desa. Boris terpanggil untuk mengabdi diri kepada negara. Segera dia mendaftar, dan memberitahukan kepada Anna tentang hal itu.

Betapa terpukulnya Anna mendengarkan penyataan pria yang dinikahi tiga hari tersebut, saat itu dia harus melepaskan suaminya pergi meninggalkan dirinya. Dia sempat mengancam akan bunuh diri. Namun menyakini istrinya bahwa dia akan kembali. Pernyataan yang dilafazkan oleh Boris saat itu dianggap janji oleh Anna. Lalu itulah yang menguatkan semangatnya untuk menunggu kepulangan Boris dalan pelukannya.

boris dan anna

Waktu yang berlalu pergi. Boris telah lama pergi berperang. Suasana di desa tidak lagi aman dan tenang. Saat itu Uni Soviet merada di bawah rezim Joseph Stalin. Beliau telah memerintahkan sistem “pertanian kolektif” bagi seluruh rakyat Soviet. Ayah Anna menentang keras hal ini, karena ia akan kehilangan hak keatas tanahnya.

Mendengar pergolakan yang terjadi, pemimpin diktator  itu mengecap Anna dan keluarga sebagai musuh negara. Anna dan keluarganya lalu dipaksa untuk pengasingan di dataran Siberia. Anna dan keluarga harus meninggalkan kampong halaman mereka.

beberapa tahun berada di medan perang akhirnya Boris kembali ke kampong halamannya. Namun, dia mendapatkan rumahnya kosong tidak berpenghuni. Puas dia mencari-cari namun Boris tidak menemukan sosok istrinya Anna; di rumah tersebut. Boris merasa kehilangan dan dia pun mencari dan terus mencari selama bertahun-tahun tapi tak pernah menghasilkan apa-apa.
“Dia selalu menunggu saya ketika saya pulang ke rumah, tapi kali ini tidak ada tanda-tanda keberadaannya,” kenang Boris. “Tak seorang pun tahu di mana mereka berada, atau apa yang terjadi pada Anna.”

Sementara di Siberia, Anna tetap berharap Boris akan menemuikan dirinya. Walau entah dengan apa caranya atau bagaimana caranya, karena komunikasi diantara mereka terputus. Pertanyaan Apakah mungkin Boris tahu keberadaannya kini? Sering menjadi hal pertama yang dipikirkan oleh Anna.

Ibu Anna meminta agar Anna bisa melupakan Boris, dan segera menikah lagi dengan pria lain. Bahkan Anna dipaksa pergi dengan seorang pria agar menemukan cinta yang baru.

“Aku menangis dan berlari ke halaman. Dunia menjadi hitam bagi diriku. Rasanya ingin saja aku mati, aku ingin gantung diri,” kenang Anna. “Ibu ku datang dan menampar wajah ku. Lalu mengatakan kepada diri ku agar jangan melakukan hal bodoh. Dia membujuk aku supaya bias membuka hati dan pergi dengan pria yang bernama Nefed. Ibu juga terus meyakinkan diriku bahwa Nefed adalah masa depan untuk diriku.”

Suatu hari, saat Anna pulang dari pabrik kayu tempat dia bekerja, semua foto kenangannya bersama Boris dan surat-surat cinta selama mereka pacaran dibuang ibunya ke perapian. Semua kenangan yang tertinggal itu hangus dijilat api. Musnah dan meninggalkan abu. Inilah yang menjadi akhir dan awal yang baru untuk Anna menerima Nefed menjadi suaminya.

Pernikahan kedua Anna terbilang bahagia, setidaknya Anna mau membuka hati dan  menerima nasib itu dengan lapang dada. Setidaknya dia berusaha membangun rumah tangga dengan Nefed, pria yang menjadi pilihan ibunya.

Ribuan kilometer di kampong halaman Anna, seorang Boris akhirnya menyerah dan pasrah. Dia kemudian mengambil keputusan tuk menikahi wanita lain dan berhijrah ke pertempatan yang lain.

Namun hakikat akan sebuah cinta sejatinya takkan pernah mati. Boris tidak lama menulis sebuah buku berkisar tentang seorang wanita muda yang menikah dengan seorang prajurit muda. Yang isinya lebih menjurus kepada cinta dan kebersamaan yang berlansung selama tiga malam, namun sayang seribu kali sayang, setelah lama berpisah, kekasih atau wanita yang dinikahi prajurit tersebut  meninggal dunia. Buku itu telah menjadi sebuah cerita yang sangat mengharukan banyak pembaca.

Meskipun telah menikah lagi, ternyata mereka masih memikirkan satu sama lain. Bahkan masih mengenang kebahagiaan yang mereka jalani selama tiga hari pernikahan. Cinta membuatkan mereka sukar melupakan apalagi menghapus semua kenangan silam. Sampai akhirnya pasangan Anna dan Boris meninggal dunia.

Pada tahun 2007, Anna memutuskan untuk mengunjungi kembali rumah dimana ia melihat Boris untuk terakhir kalinya. Disinilah keajaiban cinta terjadi. Pada hari yang sama, Boris kembali pulang ke desa mengunjungi makam orang tuanya. Ia juga mendatangi rumah yang dahulunya menyimpan kisah cinta tiga malam bersama istri terdahulunya Anna.

Saat melangkah keluar dari mobil, bola matanya terpaku pada sosok tubuh seorang wanita tua yang sedang berdiri di dekat rumah yang menyimpan kenangan cintanya.

Itu Anna !!! – seru Boris dalam hati.

Anna juga terdiam kaku saat mata mereka saling menatap. Ia disergap keraguan, mungkinkah ini Boris? Air matanya mulai mengalir deras.

“Aku merasakan bahwa penglihatan ku salah. Tapi pria itu menghampiri diri ku. Matanya menatap aku begitu dalam. Dan hatiku melonjak, ya aku tahu, dialah Borisku.”

Boris berlari menghampiri dan memeluk tubuh Anna seerat-eratnya, “Sayangku, Aku sudah menunggu begitu lama, Istri ku, hidupku.”

Pasanganterpisah60tahun

Dan, itulah hari pertemuan mereka setelah berpisah selama 60 tahun lamanya. Cinta telah mempertemukan mereka kembali saat Boris menginjak usia 80 tahun.

Begitulah, waktu telah menjawab bahwa cinta sejati akan membawa semua kembali bersatu walau terpisah jarak 7 lautan, walau dipisahkan oleh kematian, Cinta sejati selalu menanti di keabadian. Cinta adalah sebuah keajaiban…

Ditulis berdasarkan sumber terkumpul :

Natasia Maiza™

November 1, 2013

Jom Komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s