Bidadari Tanpa Sayap

Lama aku terdiam saat memikirkan judul yang layak untuk post aku kali ini. Kisah ini sudah terlalu lama berada dalam simpanan ku. Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk ku posting.

Kisah “Bidadari Tanpa Sayap” ini adalah bagian dari rerantai kisah anak panti dan jumputan dari kalungan cerita cinta yang mengharukan. Kisah ini sangat menyadarkan aku apa arti satu kata yang sempurna itu : CINTA

Aku mengutip puluhan referensi saat pertama kali kisah ini mencuat dan menjadi Trending Topic di media social Twitter lewat seorang laki-laki berasal dari Bhumi Ngayogyakarta Hadiningrat, jogja Istimewa, Indonesia. Dan laki-laki inilah yang telah menulis panjang lebar tentang kisah seorang “Bidadari Tanpa Sayap” ini seutuhnya. Terima kasih buat mas Saptuari Sugiharto karena tulisan beliau ini sudah berada di ribuan blog anak penulis dan mengilham serta menginspirasikan banyak umat manusia.

Sekilas tentang Saptuari Sugiharto

saptuari sugiharto - loveiscinta

saptuari sugiharto - loveiscinta 1

Saptuari Sugiharto  adalah Founder & Pemilik Kedai Digital Corp, Jogist Kaos Gila, Bakso Granatz Pedazz, Warung Mas Kingkong dan SedekahShop. Dan karena seorang “Bidadari Tanpa Sayap” wujudnya Gerakan Sosial #SedekahRombongan – @SRbergerak, di mana semua pembaca bisa menyalurkan bantuan yang akan langsung diberikan pada yang membutuhkan, dan beliau merupakan inisiator bagi gerakan social ini.

Di dalam blognya, Mas Saptuari telah bercerita jelas dan panjang lebar bagaimana beliau sangat bersyukur dipertemukan Allah dengan sosok seorang Bidadari, yang memberikan inspirasi dan motivasi tidak hanya bagi dirinya dan istri tercinta, tetapi juga kepada semua umat manusia sejagad raya.

Kisah Bidadari Tanpa Sayap

bidadari tanpa sayap - putri herlina

Dia adalah seorang wanita (saat aku menulis, beliau berusia 25 tahun) yang memiliki keterbatasan fisik. Dia telah ditinggalkan oleh orangtuanya sejak Ia lahir dan membiarkannya hidup sebatang kara. Sehingga pada akhirnya pihak rumah sakit menitipkannya kepada Yayasan Sayap Ibu, Yogyakarta. Beruntung Ia mendapatkan seorang Bu Naryo sebagai orang tua asuhnya yang merawat dengan penuh kasih sayang.

Saat Ia berada dalam jagaan Yayasan, ada seseorang yang mengambil sang bidadari sebagai anaknya. Namun ujiannya belum berakhir, bukannya dirawat dengan kasih sayang, tetapi dijadikan sebagai alat untuk mengemis.

Dia diletakan dalam kardus agar orang yang melihatnya merasa iba dan memberi uang kepadanya. Tidur dengan beralaskan kardus, berselimutkan debu, dan bermandikan panasnya cahaya matahari. Hingga akhirnya kasih sayang Tuhan menyelamatkan hidupnya. Pihak panti asuhan menemukannya kembali dan membawanya ke panti asuhan untuk dirawat oleh Bu Naryo dan suaminya.

putri herlina 2

Semenjak kecil, gadis kecil ini sangat lincah dan pintar.  Bu Naryo dan suami ingin sekali menyekolahkannya di TK. Namun sampai 11 TK yang mereka datangi, tak satupun menerima dirinya sebagai siswa. Namun pada akhirnya, dia mendapatkan sekolah pertamanya di TK Aisyiyah di daerah Sleman.

putri herlina 3

Karena kecerdasan yang dimilikinya, dia berhasil melanjutkan sekolah hingga ke SMA. Selama berada di sekolah, sekalipun Ia tidak pernah mau diperlakukan istimewa. Ia berjuang untuk mandiri, menulis sendiri dengan mengangkat kakinya dan menggoreskan pena di bukunya. Ia juga melakukan semua kegiatan pribadinya seperti memakai baju, tanpa bantuan siapapun.

Jari-jari kakinya yang lincah dan lembut saat dilentur itu membuktikan bagaimana istimewanya seorang Bidadari.

putri herlina 4

Setelah lulus SMA, Ia memendam keinginannya untuk kuliah. Sebenarnya dia ingin sekali mengambil kuliah dalam jurusan broadcasting. Sejak dulu ia ingin sekali menjadi seorang presenter. Namun keinginannya itu di urung dan dipendam sedalam-dalamnya, karena alas an kuat tidak ingin merepotkan Bu Naryo.

Selepas SMA Ia mengambil kursus Bahasa Inggris Intensif dan pelatihan Difabel di Bethesda Yakkum. Setelah itu, Ia bekerja sebagai resepsionis dan membantu di bagian admistrasi di tempat ia dibesarkan, Panti Asuhan Sayap Ibu.

Semua pekerjaannya Ia lakukan dengan kakinya. Mulai dari mengetik data donatur, hingga menulis undangan untuk penggalangan dana. Pernah suatu kali, ada seorang donatur yang ingin membuatkannya tangan palsu, namun ia menolak dengan baik.

Sang “Bidadari Tanpa Sayap” yang dimaksudkan adalah PUTRI HERLINA

putri herlina 1 putri herlina


Pertemuan dengan “Bidadari Tanpa Sayap”

Pertemuan pertama Saptuari berawal pada Juni 2011 silam, di mana dia bersama sang istri mendadak ingin main ke Panti Asuhan Sayap Ibu, Sleman, Yogyakarta untuk sekedar menyapa dan melihat bayi-bayi mungil di sana. Panti Asuhan ini telah didirikan oleh Soelastri, istri Bung Tomo.  Di panti asuhan tersebut, bayi-bayi terlantar yang dibuang oleh orang tuanya ditampung, diberi kasih sayang dan dibesarkan ‘bersama’ oleh para pengasuh yayasan serta tangan-tangan “Malaikat” yang kerap menyisihkan sedikit rejekinya untuk mereka.

“Silahkan Mas, Mbak.. monggo apa yang bisa kami bantu?” sambut ibu pengelola panti, sekilas aku melihat ada orang yang lewat dibalik lemari pembatas. Kami ngobrol sebentar dengan ibu pengelola panti, sampai akhirnya aku melihat siapa yang ada dibalik lemari itu…

“Ini mas, mbak kenalkan namanya Lina… dia paling pintar disini, sekolahnya juga pintar, sudah lulus SMA, bisa komputer, bisa pakai jilbab sendiri, mbak Lina nih yang bantu kami mengelola yayasan ini” lanjut ibu Panti.

Dia dan istri diperkenalkan dengan gadis manis berambut panjang dan berkulit putih yang punya senyum mengembang, Saptuari kemudian dibuat takjub terpesona.

Beliau pun tertarik untuk mengenal sosok gadis yang akrab dipanggil Lina. Lina sudah lulus SMA, bisa komputer, bisa pakai jilbab sendiri, dan sekarang aktif membantu mengelola yayasan.

Kedengarannya biasa saja bukan? Tetapi Anda harus ‘melihat’ juga apa yang membuat Saptuari takjub.

Putri Herlina - loveiscinta Putri Herlina - loveinglass

Lina dilahirkan tidak sempurna, demikianlah yang disebut orang-orang pada umumnya. Sejak kecil ia dibuang oleh orang tua yang entah siapa karena terlahir tanpa kedua tangan yang utuh.

Namun, bila Anda melihatnya, Anda seperti tak menemukan kekurangan pada dirinya. Ia ceria, punya tatapan mata yang jernih, dan kepercayaan diri serta rasa syukur pada dirinya. Lina mengaku enggan dikasihani, dan ingin dipandang seperti wanita lain pada umumnya.

Bahkan Lina bilang bahwa ia pernah menjadi MC di Ambarukmo Plaza untuk sebuah acara anak-anak penyandang cacat. Baginya yang penting cuek dan bersikap biasa. Ia tidak ingin dikasihani, tidak ingin dibedakan dengan yang lain, mungkin itulah yang membuatnya kuat dan tegar selama ini.

Itulah yang membuat sosok  pemilik akun twitter @Saptuari ini menuliskan kisah Lina di blognya. Bukan hanya Mas Saptuari yang tersentuh dengan kisah gadis ini, namun puluhan ribu umat manusia yang sudah membaca blog tersebut ikut prihatin dan tersentuh sehingga berdatanganlah bantuan serta respon positif pembaca sehingga tercetuslah idea mewujudkan Gerakan Sosial #SedekahRombongan – @SRbergerak tersebut.

Menurut Saptuari, meski Lina memiliki keterbatasan fisik, dia tak pernah mengeluh. Malah lebih menonjol dari anak normal kebanyakannya. Semua hal hampir dilakukannya sendiri, mulai dari mengetik komputer, mengenakan jilbab, hingga aktifitas lainnya.

“Aku dan istriku memandang Lina, mungkin tadi bukan prestasi yang luar biasa sampai kami kemudian melihat sosoknya… gadis cantik, manis, berkulit putih, berambut panjang, dengan senyum yang mengembang… dan dia tidak punya tangan…,” begitulah  cerita Mas Saptuari di dalam blognya.

“Kami bengong, takjub dengan sosok di depan kami, anak ini luar biasa.. dengan senyum dan tatapannya orang tidak akan menemukan kekurangan di dirinya,”
sambungnya lagi.

Segudang prestasi juga pernah diraih oleh Lina. Terakhir, Lina tercatat menjadi 10 pahlawan untuk Indonesia versi MNC.

pahlawan MNC - putri herlina

“Dia orang yang pantang menyerah, anak muda sekarang galau kalau diputusin pacar, lalu bunuh diri. Putri itu dalam kondisi apa pun dia bisa survive,” jelas Saptuari saat di wawancarai oleh team detik waktu itu.

Jodoh Sang Bidadari

putri herlina 5

Pada akhirnya, setiap manusia akan merindukan pendamping di dalam hidupnya. Yang tak hanya sekedar wujud di depan mata; ada, tetapi yang membuat seseorang jadi lebih hidup dan memaknai hidup itu sendiri. Demikian pula seperti halnya Lina yang rindu bertemu jodoh. Berangan-angan, akankah ia bisa menikah, dan hidup normal dalam kondisinya.

Wahai pemilik ‘tangan bidadari’, jodoh itu sudah diatur oleh Yang Maha Esa, dan untuk itulah jembatan doa harus selalu dipanjatkan agar lekas berdiri kokoh. Yang akan membuat jodoh semakin dekat denganmu.

“Aku pengen pergi dari panti ini mas, sudah 24 tahun aku di sini.. ingin rasanya untuk segera bisa mandiri. Aku membayangkan punya suami yang normal, walaupun kondisiku seperti ini, tapi ada gak ya yang bener-bener serius sama aku. Apa aku gak tau diri ya mas kalo ngarepin jodohku lelaki yang sempurna.. apa hidupku sampai tua hanya di panti ini ya mas, sendirian tiap hari di meja ini,” kata Lina pada Saptuari yang kemudian dijawab dengan singkat dan penuh arti.

“Ya banyakan berdoa aja Put, minta Allah langsung. Dia yang punya pabrik jodoh. Dia kan yang bisa mengubah segalanya.”

Dan setiap bulan berlalu, Lina kerap bercerita tentang siapa-siapa saja pria yang mendekati dirinya. Ada pria yang ternyata sudah beristri, namun rajin mengunjunginya di panti, ada pula bule asal Kanada. Namun, jembatan jodoh yang sudah diatur Allah itu pada akhirnya menuntun Lina pada jodoh yang sebenar-benarnya…

Reza Somantri, pria ini adalah pria yang sangat istimewa bagi seorang Lina. Bukan karena ia adalah putra salah seorang mantan petinggi Bank Indonesia dengan jabatan terakhir Deputi Gubernur, tetapi karena Reza adalah sosok sederhana yang bisa melihat kesempurnaan yang ada pada Lina.

Yogyakarta, 13 Oktober 2013

putri herlina dan reza

Sepasang insan ini meresmikan ikatan cintanya lewat pernikahan yang digelar secara sah di ruangan Balai Sinta, Gedung Mandala Bakti Wanitama, Yogyakarta. Dengan diiringi restu ayah bunda Reza, banjir air mata mewarnai momen yang mengharukan sekaligus membahagiakan ini.

Para undangan tak terkecuali para kameramen dan fotografer menahan semua perasaan haru mereka. Bagaimana tidak, sebuah keajaiban cinta terjadi dihadapan mata mereka. Seakan-akan sebuah anugrah yang besar dapat menyaksikan sebuah cinta yang suci. Seorang gadis tanpa tangan telah menyempurnakan dien hidupnya dengan seorang pangeran bernama Reza Soemantri, anak seorang mantan deputi Bank Indonesia.

Gedung Balai Shinta, Mandala Bakti Wanitatama, serta para undangan yang datang, menjadi saksi keharuan ketika Reza mengucapkan ikrar setianya untuk memperistri Putri Herlina.

Momen mengharukan kembali terulang, ketika prosesi sungkeman. Dalam keadaan terbata-bata, dan dalam keadaan memeluk Reza, sang ibu mengatakan,

putri herlina dan reza 1 putri herlina dan reza 2

“Wahai anakku, engkaulah lelaki itu. Engkaulah yang dipilih Allah untuk menemani wanita luar biasa ini. Engkaulah yang Allah percaya duduk, berdiri, berjalan di sampingnya selamanya. Jadikan ini sebagai ibadahmu, pahala tak berkesudahan hingga akhir hayatmu,”

Setelah proses sungkeman selesai, adik-adik dari panti sauhan berjejer rapi di pelaminan untuk memberi selamat kepada kedua mempelai.

melepas sang bidadari - putri herlina 1 melepas sang bidadari - putri herlina

Mereka menyalami tangan mungil Putri Herlina yang ada dipundaknya. Anak-anak itu melepas perginya kakak tercinta yang sehari-hari menemani mereka di Panti.

Selepas itu, sang Pangeran Reza Soemantri, yang nampak gagah dengan pakaian putihnya, menuntun kembali sang Permaisuri Putri Herlina kembali ke Pelaminan.

menuntun sang bidadari - putri herlina

Semoga, pernikahan yang dilandaskan karena cinta dan kepatuhan terhadap perintah-Nya, senantiasa dilindungi oleh-Nya, dan semua yang dilakukan secara bersama-sama selalu dipermudah juga oleh-Nya.

Tidak ada yang tidak mungkin jika itu sudah menjadi kuasa Tuhan. Kita harus yakin bahwa Allah Maha Adil dan hanya Dia yang memiliki skenario yang terbaik untuk kita.

Terima kasih Putri Herlina, kau adalah “Bidadari Tanpa Sayap” dan  dengan “tangan bidadari”-mu itu, kau telah menyentuh setiap hati, dan mengingatkan kami kembali akan kesempurnaan itu sendiri.

Tersenyumlah Putri Herlina, karena disana ada bahagia yang telah dijanjikan untuk sang “Bidadari”

putri herlina dan reza 3

بارك الله لكما وبارك عليكماوجمع بينكما في خير

Semoga rumah tangga yang dibina berkekalan hingga maut memisahkan,

Semoga kebahagiaan selalu bersama kalian berdua, sakinah, mawaddah dan warohmah ——- selama-lamanya

Natasia Maiza™
Oktober 15, 2013

Sumber Rujukan Cerita :

Jom Komen...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s